Peraturan Pemilu

JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Dalam salah satu iklan kampanye pasangan JK-Win, Ahmad Syafi'i Ma'arif tampil dengan penuh meyakinkan. Tokoh bangsa yang kerap dipanggil Buya Syafi'i ini dengan singkat namun penuh makna mengatakan Jusuf Kalla dengan sebutan The Real President. Kata-kata kutipan dari Buya Syafi'i tersebut sebenarnya muncul pada Nopember 2008. Buya Syafi'i juga menyebut Jusuf Kalla sebagai pemimpin masa depan dan sebentar lagi hal itu akan terjadi.
Keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan perdamaian di Nanggroe Aceh Darussalam, Poso atau keberhasilan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) semuanya tidak lepas dari “otak” Jusuf Kalla. Meski tidak popular, menurutnya Jusuf Kalla memiliki tipikal pemimpin yang dibutuhkan Indonesia.
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Dalam daftar tim sukses Mega-Prabowo yang didaftarkan ke KPU, Theo Syafei dipercaya menjadi ketuanya. Bukan kali ini saja Theo Syafei menjadi ketua tim sukses calon presiden. Pada Pilpres 2004, Theo juga sempat didapuk menjadi ketua badan pemenangan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Pasangan ini sempat melaju ke putaran kedua sebelum dikalahkan pasangan SBY-JK. Pada pemilu legislatif 2009 lalu, Theo adalah juga Ketua Badan Pemenangan PDI-Perjuangan. Dan sekarang jabatan terakhirnya di PDIP sebagai Ketua Bidang Keamanan dan Pertahanan.
JAKARTA[KANALPEMILU.NET] -- Bagi masyarakat yang sering menonton acara berita di Metro TV mungkin tak asing dengan nama Meutia Hafid. Wajahnya yang khas dan karakter suara jelas, membuatnya menjadi salah satu presenter berita terfavorit di Metro TV di samping Najwa Shihab.
Wanita kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 menghabiskan masa-masa pendidikannya di luar negeri. Sebelum menginjak bangku kuliah misalnya, Meutia sudah menghabiskan masa pendidikan selama 2,5 tahun di Singapura dan kemudian melanjutkan ke pendidikan tinggi jurusan teknik industri di University of New South Wales, Sidney Australia.
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Ruhut Sitompul, S.H. lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Maret 1954 dari pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia merupakan lulusan di Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran, Bandung pada 1979. Ruhut menjadi satu dari dua orang yang lulus kuliah hukum hanya dalam waktu empat tahun. Karier Ruhut sebagai pengacara pun melejit dengan cepat. Hal ini karena ia termasuk sosok pengacara yang siap menangani kasus-kasus yang berbau kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Ruhut juga pernah menjadi salah satu tim pengacara yang membela Akbar Tanjung dalam kasus korupsi di Badan Logistik (Bulog) atau yang lebih dikenal Bulog Gate. Ruhut juga menjadi salah satu pengacara yang aktif membela yayasan milik mantan Presiden Soeharto saat semua orang menghujat Orde Baru.