Skip to content

Mega - Prabowo
Rekam Jejak
1. Kandidat Capres dan Cawapres
2. Tim Sukses Resmi
3. Janji-Janji di Kampanye
Hasil Quick Count Sementara
1. Komisi Pemilihan Umum 29,67%
2. Lembaga Survei Indonesia 26,56%
3. Lingkaran Survei Indonesia 27,36%
4. LP3ES 27,40%
5. Puskaptis 28,16%
6. CIRUS 27,49%
7. Lembaga Riset Informasi 27,02%
 

SBY - Boediono
Rekam Jejak
1. Kandidat Capres dan Cawapres
2. Tim Sukses Resmi
3. Janji-Janji di Kampanye
Hasil Quick Count Sementara
1. Komisi Pemilihan Umum 60,72%
2. Lembaga Survei Indonesia 60,85%
3. Lingkaran Survei Indonesia 60,15%
4. LP3ES 60,28%
5. Puskaptis 57,95%
6. CIRUS 60,20%
7. Lembaga Riset Informasi 61,11%

JK - Wiranto
Rekam Jejak
1. Kandidat Capres dan Cawapres
2. Tim Sukses Resmi
3. Janji-Janji di Kampanye
Hasil Quick Count Sementara
1. Komisi Pemilihan Umum 9,62%
2. Lembaga Survei Indonesia 12,59%
3. Lingkaran Survei Indonesia 12,49%
4. LP3ES 12,32%
5. Puskaptis 13,89%
6. CIRUS 12,31%
7. Lembaga Riset Informasi 11,87%
 

Pemantauan Media
Sorotan

KTP Sebagai Kartu Pemilih: Ketegangan dan Kekacauan di TPS Tidak Terhindarkan

Mahkamah Konstitusi, 6 Juli 2009, selepas tengah hari, atau hanya satu setengah hari menjelang hari pemilihan 8 Juli, memutuskan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Paspor RI bisa berlaku sebagai kartu pemilih. Ini artinya KPU dalam jangka waktu yang sangat sempit harus menyediakan logistik yang luar biasa besar. Pertama, kartu suara harus ditambah 36 juta suara plus 2% kartu cadangan (menurut estimasi IFES) atau 49 juta kertas suara lagi (menurut estimasi Komnas HAM). Bukan hanya itu, KPU harus menambah lagi jumlah TPS, KPPS, Kotak Suara dan logistik lainnya juga harus ditambah. Sanggupkan KPU memenuhinya? Jawabnya: Tidak. Ini bagai Mission Imposible. Mencetak kertas saja tidak mungkin terkejar apalagi harus ada tender, lalu mendistribusikannya. Tapi ke mana saja surat suara harus didistribusikan? Tidak ada data di KPU TPS mana saja yang membutuhkan surat suara tambahan.
 
KPU sudah menyatakan, tidak akan mencetak surat suara lagi. Sikap ini bukan penolakan atas keputusan MK, melainkan sikap ketidaksangupan. Semuanya sebenarnya adalah kesalahan KPU. Komisi ini melalaikan tugas pentingnya yakni melanjutkan regristrasi pemilih berkelanjutan.
 
Toh, keputusan MK harus dijalankan, walupun penuh risiko. Kekacauan dan ketegangan di TPS akan lebih banyak. Mengapa? Pemilih kemungkinan akan lebih banyak daripada jumlah surat suara. Apalagi pemilih yang berbekal KTP dan Kartu Keluarga (KK) diberi kesempatan satu jam menjelang TPS ditutup. Artinya pemilih dalam DPT pasti akan kebagian surat suara, dan pemilih ber-KTP akan kebagian sisanya. Itu pun kalau ada.***
 
Peraturan Pemilu

Bentuk-Bentuk Kampanye
Tahapan Pemilu 2009

Ahmad Syafi'i Ma'arif: Berdiri Di Dua Pintu

 
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Dalam salah satu iklan kampanye pasangan JK-Win, Ahmad Syafi'i Ma'arif tampil dengan penuh meyakinkan. Tokoh bangsa yang kerap dipanggil Buya Syafi'i ini dengan singkat namun penuh makna mengatakan Jusuf Kalla dengan sebutan The Real President. Kata-kata kutipan dari Buya Syafi'i tersebut sebenarnya muncul pada Nopember 2008. Buya Syafi'i juga menyebut Jusuf Kalla sebagai pemimpin masa depan dan sebentar lagi hal itu akan terjadi.

Keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan perdamaian di Nanggroe Aceh Darussalam, Poso atau keberhasilan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) semuanya tidak lepas dari “otak” Jusuf Kalla. Meski tidak popular, menurutnya Jusuf Kalla memiliki tipikal pemimpin yang dibutuhkan Indonesia.

Theo Syafei: Lituania Expresso dan Tuduhan Politik Uang Pilgub Kaltim 2003

 
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Dalam daftar tim sukses Mega-Prabowo yang didaftarkan ke KPU, Theo Syafei dipercaya menjadi ketuanya. Bukan kali ini saja Theo Syafei menjadi ketua tim sukses calon presiden. Pada Pilpres 2004, Theo juga sempat didapuk menjadi ketua badan pemenangan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Pasangan ini sempat melaju ke putaran kedua sebelum dikalahkan pasangan SBY-JK. Pada pemilu legislatif 2009 lalu, Theo adalah juga Ketua Badan Pemenangan PDI-Perjuangan. Dan sekarang jabatan terakhirnya di PDIP sebagai Ketua Bidang Keamanan dan Pertahanan.

Meutia Hafid, Memisahkan Jurnalis dan Politisi

 
JAKARTA[KANALPEMILU.NET] -- Bagi masyarakat yang sering menonton acara berita di Metro TV mungkin tak asing dengan nama Meutia Hafid. Wajahnya yang khas dan karakter suara jelas, membuatnya menjadi salah satu presenter berita terfavorit di Metro TV di samping Najwa Shihab.

Wanita kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 menghabiskan masa-masa pendidikannya di luar negeri. Sebelum menginjak bangku kuliah misalnya, Meutia sudah menghabiskan masa pendidikan selama 2,5 tahun di Singapura dan kemudian melanjutkan ke pendidikan tinggi jurusan teknik industri di University of New South Wales, Sidney Australia.

Keseleo “Arab” Ruhut Sitompul

 
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Ruhut Sitompul, S.H. lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Maret 1954 dari pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia merupakan lulusan di Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran, Bandung pada 1979. Ruhut menjadi satu dari dua orang yang lulus kuliah hukum hanya dalam waktu empat tahun. Karier Ruhut sebagai pengacara pun melejit dengan cepat. Hal ini karena ia termasuk sosok pengacara yang siap menangani kasus-kasus yang berbau kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Ruhut juga pernah menjadi salah satu tim pengacara yang membela Akbar Tanjung dalam kasus korupsi di Badan Logistik (Bulog) atau yang lebih dikenal Bulog Gate. Ruhut juga menjadi salah satu pengacara yang aktif membela yayasan milik mantan Presiden Soeharto saat semua orang menghujat Orde Baru.