Skip to content

SBY dan Penghormatan Terhadap Purnawirawan

Jumat, 6 Nopember 2009

JAKARTA[KANALPEMILU.NET]---Dari sekian menteri yang ditunjuk oleh Presiden SBY, salah satu yang menarik perhatian adalah munculnya nama Linda Amalia Sari Agum Gumelar, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunga Anak (PP & PA). Ini menarik karena sebelumnya nama Linda kurang dinominasikan. Sebelumnya yang disebut-sebut bakal mengisi jabatan tersebut adalah Meutia Hatta (incumbent), Kartini Sjahrir (Ketua Umum PIB, janda almarhum Dr Sjahrir) dan Amelia Yani (Ketua Umum PPRN), yang memang sejak semula sudah mendukung pasangan SBY – Boediono.

Apa kira-kira latar belakan hingga akhirnya yang dipilih adalah Linda Agum Gumelar? Dalam dirinya Linda membawa dua gerbong organisasi sekaligus, masing-masing adalah Kowani dan Pepabri, yang memiliki pengaruh, karenanya harus diakomodir . Kebetulan dirinya adalah Ketua Umum Kowani, sementara Pepabri melalui suaminya, Jenderal Purn Agum Gumelar, Ketua Umum Pepabri. Alasan itulah yang menjadikan posisi tawar Linda lebih kuat, karenanya lebih dilirik oleh SBY.

Pemilihan Linda sebagai salah satu cara SBY, agar kalangan purnawirawan TNI tetap merasa diperhatikan, tetap merasa dilibatkan. Ini semacam kompensasi, karena ada beberapa purnawirawan yang digeser, terutama pada pos mendagri, yang secara tradisional menjadi domain purnawirawan TNI AD, kini diberikan pada figur sipil penuh, yaitu Gamawan Fauzi. Juga pos Kepala BIN, yang diberikan kepada purnawirawan Polri, mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Soetanto.

Saat masih dalam tahapan merintis menuju Istana dulu – yang akhirnya tercapai pada 2004 – SBY banyak didukung purnawirawan pati. Setelah dilantik sebagai Presiden untuk periode pertama, para purnawirawan yang tergabung dalam tim sukses memperoleh kompensasi. Beberapa nama penting yang patut disebut adalah Letjen Purn M Maruf (Akmil 1965, sebagai Mendagri), dan Mayjen Purn Syamsir Siregar (Akmil 1965, sebagai Kepala BIN). Para pendukungnya rata-rata memang senior SBY saat di Akmil, seperti halnya Mayjen Purn Djali Jusuf (Akmil 1972, mantan Kordinator Keamanan Tim Sukses SBY saat Pilpres 2004).

Rupanya SBY ingin penyegaran, karena kalau SBY tetap merekrut para seniornya di Akmil tersebut, dari segi usia sudah terbilang senja, terlebih basis dukungan terhadap purnawirawan pati, sudah tak solid itu. Sekadar tenggang rasa terhadap komunitas purnawirawan, dicarikanlah pos-pos yang sekiranya bisa menampung aspirasi purnawirawan, hingga didapatlah pos yang diisi Linda Agum Gumelar tersebut.

Penunjukkan Linda mungkin juga karena pertimbangan kekerabatan, karena ayah dari Linda (Letjen Purn Achmad Tahir), kebetulan juga pernah menjabat Gubernur Akmil, seperti halnya Letjen Purn Sarwo Edhi Wibowo, ayah mertua dari SBY. Menjabatnya pun kebetulan juga berurutan, yang menggantikan Achmad Tahir sebagai Gubernur Akmil (saat itu) di awal tahun 1970-an, adalah Sarwo Edhi. Benar, ini bagi-bagi “kue” jabatan di sesama keluarga mantan Gubernur Akmil Magelang.***