| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Pada pemilu presiden dan wakil presiden kali ini, trio Mallarangeng kompak bergabung dalam satu tim sukses untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono. Ketiga bersaudara tersebut yaitu Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan dan Ketua DPP Partai Demokrat, Choel Mallarangeng, konsultan politik SBY-Boediono, dan Rizal Mallarangeng, juru bicara Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono.
Ketiga putra mantan Walikota Pare-Pare ini menjadi trisula sekaligus tameng bagi pasangan SBY-Boediono dalam memuluskan jalan SBY-Boediono serta menyerang dan menangkis berbagai kritik dan pencitraan buruk yang diarahkan kepada pasangan SBY-Boediono. Ketiganya memainkan peran penting yang berbeda dengan kekhasan masing-masing.
Sang tertua Andi Alifian Mallarengeng seringkali berperan sebagai penepis isu maupun kritik dari tim kampanye pasangan lain yang ditujukan kepada SBY sebagai capres. Hal itu membuat sejumlah pihak menganggap peran Andi sebagai juru bicara kepresidenan dan perannya sebagai anggota tim sukses SBY-Boediono menjadi sulit dibedakan.
Sang adik Rizal Mallarangeng cenderung temperamental. Lulusan S2 dan S3 ilmu politik Universitas Ohio, Amerika Serikat yang lahir di Pare-Pare 29 Oktober 1964 ini, gaya bicaranya yang ceplas ceplos dalam menyerang lawan politik SBY dianggap oleh sesama tim kampanyenya sendiri tidak sesuai dengan politik santun yang selama ini dilakukan SBY.
Kemudian sang Mallarangeng termuda, Zulkarnaen Mallarangeng yang akrab disapa Choel menggawangi Fox Indonesia konsultan politik pasangan SBY-Boediono. Fox bertugas membangun pencitraan pasangan SBY-Boediono. Pada 13 Feburari 2009, Choel mendirikan Bravo Media Center di Jalan Teuku Umar Menteng sebagai pusat komando pencitraan Partai Demokrat dan SBY.
Sorotan terhadap ketiga kakak beradik ini tak lepas dari rekam jejak kiprah mereka sebelumnya. Andi Mallarangeng yang lahir di Makassar, 14 Maret 1963 mulai berkibar di jagat politik Indonesia ketika Andi menjadi Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 1999 dari unsur pemerintah. Selepas itu, dia menjadi staf ahli Ryas Rasyid, Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Kedekatannya itu membawa dia untuk bersama-sama mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK) pada Juli 2002. Dua tahun kemudian dia keluar dari PDK.
Pada Pilpres 2004, lulusan Fisipol UGM ini bergabung dengan pasangan SBY-JK. Lantas ketika pasangan ini menjadi pemenang, SBY mendapuknya sebagai juru bicara kepresidenan. Namun Andi secara resmi bergabung dengan Partai Demokrat pada Januari 2008.
Sedangkan Rizal Mallarangeng pada Pilpres 2004 menjadi bagian dari tim sukses pasangan Mega-Hasyim. Kedekatan Celli -panggilan akrab Rizal Mallarangeng- dengan Megawati sebelumnya memang sudah terjalin semenjak Megawati menjadi Presiden RI menggantikan Gus Dur yang dilengserkan pada 2001. Dirinya kerap menemani Presiden Megawati dalam beberapa lawatannya ke luar negeri seperti saat ke Amerika Serikat. Setelah Megawati kalah dalam Pilpres 2004, Rizal yang pernah menjadi pembawa acara Save Our Nation di Metro TV ini masuk dalam Tim Sebelas Lembaga Kepresidenan yang memiliki peran untuk merancang kabinet pemerintahan SBY-JK. Sebelumnya pada 2001, Rizal mendirikan Freedom Institute dan menjadi Direktur Eksekutif dengan Saiful Mujani (LSI) sebagai direktur riset.
Tak cukup itu, Rizal Mallarangeng juga sempat menyatakan dirinya akan maju sebagai kandidat presiden dari calon independent, pada Juli 2008. Dalam rangka memuluskan jalannya itu, dia memasang berbagai iklan di berbagai media massa dengan semboyannya "If There is a Will, There is a Way".
Sedangkan kiprah Zulkarnaen Mallarangeng berjalan seiring dengan pendirian Fox Indonesia. Fox adalah konsultan politik untuk korporasi, pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden. Strategic and Political Consulting terdiri dari tiga divisi yakni divisi korporasi, divisi politik dan divisi produksi (media). Jasanya meliputi pembiayaan, perencanaan strategis, relasi dan peliputan media.
Nama Fox mulai berkibar saat mengantarkan Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumatera Selatan September 2008. Sukses itu mengantarkan Fox mendapatkan klien kakap Sutrisno Bachir dengan nilai kontrak Rp. 120 milyar. Saat baru meraup Rp. 40 milyar, Sutrisno merasa dikadali, karena iklan Rizal di televisi dengan semboyannya "If There is a Will, There is a Way" menimpali kata-kata Sutrisno "Hidup adalah Perbuatan".
Choel dan Fox-nya kemudian dipercaya menjadi konsultan politik Partai Demokrat dan Pasangan SBY-Boediono. Selain itu, Fox juga menjadi konsultan politik Edhie Baskoro, putra bungsu SBY yang terpilih menjadi anggota DPR RI. ***