| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Jumat, 27 Februari 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyusun standar kesehatan calon presiden dan calon wakil presiden. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Fahmi Idris mentargetkan satu bulan kedepan IDI sudah merampungkan kajian standar pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani capres dan cawpres. Diharapkan, sebelum pemilu legislatif digelar, KPU dapat mengeluarkan peraturan KPU tentang standar kesehatan itu.
Fahmi Idris mengatakan, kriteria sehat bukan berarti capres dan cawapres tidak boleh memiliki penyakit apapun. Menurutnya, sepanjang penyakit dan kekurangannya itu tidak menghalangi tugas kenegaraan dengan mandiri, capres dan cawapres itu dapat dinyatakan sehat.
Proses pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres akan melibatkan dokter spesialis yang berkompenten di bidangnya, dari 33 asosiasi dokter spesialis. (KBR-68H)