| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Jumat, 27 Februari 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) tentang Pemilu sebagai perubahan UU Pemilu. Staf khusus Presiden bidang hukum, Denny Indrayana mengatakan Perpu mengatur dua hal, yaitu tentang penyempurnaan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap DPT dan pengesahan penandaan lebih dari satu kali pada surat suara.
Dengan adanya Perpu tersebut, maka Komisi Pemilihan Umum KPU dapat melakukan penyempurnaan DPT dengan melakukan penambahan data pemilih yang sudah tercatat namun belum dimasukan dalam DPT. Perpu itu juga mengatur bahwa tanda centang atau contreng lebih dari satu kali di kolom partai olitik dan calon legislatif adalah sah.
Sebelumnya, KPU meminta pemerintah juga mengeluarkan Perpu yang mengatur calon legislatif terpilih berdasarkan suara terbanyak. Namun, pemerintah menetapkan penetapan suara terbanyak tidak harus diatur melalui Perpu karena keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatur hal tersebut sudah bersifat final dan mengikat. [KBR-68H]