| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 27 Mei 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk memasukkan persoalan karakter dan jatidiri bangsa (character and nation building) dalam materi debat capres-cawapres. Permintaan itu diusulkan oleh sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam Yayasan Jati Diri Bangsa kepada KPU di Gedung KPU, Jakarta, Rabu 27 Mei 2009.
Kiki Syahnarki yang mewakili Yayasan Jatidiri Bangsa, melihat visi misi para kandidat capres-cawapres saat ini dinilai terlalu pragmatis dan terlalu berorientasi pada hal yang bersifat materi. Padahal, ada persoalan yang lebih utama yaitu karakter dan jatidiri bangsa yang seharusnya menjadi acuan utama pembangunan.
“Persoalan karakter dan jatidiri bangsa merupakan suatu hal penting dan serius yang harus dihadapi para kandidat yang maju dalam pemilu presiden mendatang. Jepang, Jerman, dan AS bisa maju karena leading sektor di negara-negara itu adalah soal karakter dan jatidiri bangsa. Di negara-negara tersebut character building-nya berhasil,” kata Kiki Syahnakri kepada wartawan.
Bagi bangsa Indonesia, kata dia, karakter dan jatidiri bangsa seharusnya sudah menjadi acuan utama pembangunan. Setelah 64 tahun merdeka, pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia sudah terbentuk dalam hati anak bangsa.
“Tetapi kami menilai, sampai sekarang persoalan karakter dan jati diri bangsa tidak mendapat perhatian bahkan sampai pada pemerintahan sekarang tidak ada fokus yang cukup terhadap persoalan itu,” kata dia.
Menanggapi usulan tersebut, Anggota KPU I Gusti Putu Artha mengatakan bahwa KPU memiliki komitmen yang sama perihal karakter dan jatidiri bangsa sebagai suatu hal yang penting dan serius. “Kami akan mendiskusikan hal ini dengan tim kampanye besok pukul (Rabu, 28 Mei 2009) 10.00 WIB,” tukas anggota KPU ini.
Dalam acara tersebut juga hadir beberapa purnawiran yang tergabung dalam Yayasan Jati Diri Bangsa, yaitu Santo Budiyono, Soerjadi Sudirja, Sumarso Sudarsono. Mereka berharap usulan yang diajukannya bisa diwadahi oleh KPU dengan cukup signifikan. (Mawardi)