| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Selasa, 24 Maret 2009
PADANG [KANALPEMILU.NET] -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumatera Barat menemukan pengurus, calaon anggota legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membagikan uang kepada warga mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta. Sementara calon anggota DPD berinisial AS memberikan uang senilai Rp 1 juta kepada sebuah majelis taklim di kota Padang. Berdasarkan penelusuran Panwaslu Sumatera Barat. Politik uang juga dilakukan calon anggota legislatif Partai Matahari Bangsa dan PKPB.
Anggota Panwaslu Sumbar, Andri menambahkan hari ini memaanggil pimpinan Partai Gerindra, calon anggota legislatif dan calon anggota DPD yang diduga melakukan politik uang. Jika terbukti mereka bisa dikenai sanksi denda dari Rp 24 juta hingga kurungan sampai 24 bulan. Selain politik uang kasus pelanggaran kampanye yang menonjol di Sumatera Barat meliputi 13 kasus. Mulai dari menggunakan fasilitas negara sampai melibatkan anak-anak dalam kampanye, pelanggaran kampanye antara lain terjadi di kota Padang, Limapuluhkota, dan Kabupaten Agam. [KBR68h]