| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 25 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mengatakan sampai saat ini KPU sudah selesai melakukan persiapan pelaksanaan pemilu legislatif 9 April. "Sampai saat ini persiapan 99% sudah selesai. Insya Allah tidak akan ada perubahan jadwal, waktu pemilihan legislatif tetap dilaksanakan hari Kamis tanggal 9 April 2009," katanya kepada wartawan saat melakukan sosialisasi pelaksanaan pemilu bagi pegawai Departemen Sosial di Jakarta, Rabu 25 Maret 2009.
Persiapan yang dilakukan oleh KPU sendiri meliputi mempersiapkan keperluan logistik untuk penyelenggaraan pemilu legislatif seperti surat suara, segel, tinta dan kotak suara sudah didistribusikan sampai ke kantor KPU kabupaten/kota.
Mengenai banyaknya surat suara rusak yang banyak dikeluhkan berbagai pihak, menurutnya KPU sudah menyiapkan cadangan sekitar 10 juta surat suara tambahan dan pengganti surat suara rusak yang semuanya akan dikirimkan ke kantor KPU di seluruh daerah. "Pencetakan surat suara itu akan dilakukan hari ini dan mungkin akan selesai besok. Semuanya akan langsung dikirim lewat pesawat terbang. Tanggal 29 atau 30 Maret nanti semua sudah selesai dikirim," tambahnya.
Menyinggung soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menimbulkan kontroversi berbagai pihak, menurutnya kini masalah tersebut sudah jelas duduk permasalahannya. Pihak KPU pun sudah menawarkan kepada pihak yang menemukan dugaan adanya manipulasi DPT untuk bertemu dan melakukan cross check hasil temuannya dengan DPT versi KPU. ”Kalau ternyata ada yang salah dan terbukti, kita akan betulkan,” kata Abdul Hafiz.
Sampai saat ini jumlah pemilih yang sudah terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) versi KPU sebanyak 171.265.442 jiwa. Dalam penyusunannya pun menurut Abdul Hafiz melalui sebuah proses politik yang panjang.
Abdul Hafiz menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilu tahun ini membuat KPU harus kerepotan di semua lini, sementara waktu yang tersedia pun tidak begitu banyak. Namun menurutnya, KPU tetap berusaha menyelesaikan tugas dan fungsinya sesuai waktu yang dijadwalkan. (Leli Qumarulaeli)