| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Selasa, 28 April 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Usulan Hak Angket soal pelanggaran hak konstitusional warga negara untuk memilih pada Pemilu 2009 diharapkan bisa dilanjutkan oleh DPR periode 2009-2014. Salah satu pendukung Hak Angket DPT Pemilu Legislatif 2009, Hasto Kristiyanto menyatakan, masa kerja anggota DPR saat ini hanya tinggal hitungan hari. Namun persoalan kekacauan DPT ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saat ini jumlah anggota DPR yang mendukung usulan ini juga terus bertambah. Tercatat 24 anggota DPR sepakat menggunakan Hak Angket untuk mengusut kasus DPT.
“Berdasarkan tata tertib minimal 10 orang, tapi kita butuh dukungan kuat, sehingga kita harapkan ada dukungan dari fraksi-fraksi yang melihat Pemilu 9 April diwarnai dengan kecurangan yang sistematis, ditandai banyak yang kehilangan hak pilih,” kata Hasto Kristiyanto.
Sedikitnya enam fraksi mendukung diajukannya usulan hak angket pelanggaran hak konstitusional warga negara untuk memilih pada Pemilu 2009. Para pengusul berpendapat, Pemilu kali ini tidak mampu menjamin hak konstitusional rakyat untuk memilih. [KBR68h]