| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Senin, 23 Maret 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Pusat Reformasi Pemilu (Cetro), memprediksi sekitar 31 juta surat suara tidak sah pada pelaksanaan Pemilu. Direktur eksekutif Cetro, Hadar Gumay mengatakan perkiraan angka tersebut merupakan hasil simulasi yang mereka lakukan di Tangerang dan Denpasar. Jumlah surat suara yang tidak sah menjadi besar, akibat terlalu rumitnya aturan pencontrengan yang dikeluarkan KPU.
“Desain Surat suara menentukan, kalau bentuknya rumit semakin susah dan tingkat kesalahan tinggi. Harus koreksi dengan membuat pengaturan yang luas dan tidak kaku,” kata Hadar.
Hadar Gumay meminta KPU menjelaskan kembali aturan pencontrengan kepada petugas pemungutan suara didaerah. Langkah ini perlu dilakukan agar jumlah surat suara yang tidak sah dapat ditekan. [KBR68h]