| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
| KPU | | | Bawaslu | | | Partai Politik | | | Pemantau | | | Kandidat | | | Pemilih | | | Media Massa | | | Lembaga Survei | | | Mahkamah Konstitusi |
Rabu, 3 Juni 2009
JAKARTA [KANALPEMILU.NET] --Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) akan meminta penjelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) perihal tidak masukknya tema hak asasi manusia dalam materi debat para kandidat presiden dan wakil presiden. “Besok (04/06) jam 14.00 WIB kita akan ke KPU untuk minta klarifikasi,” kata Ketua YLBHI Patra M. Zein usai diskusi Mengenai Hak Asasi dan Ekonomi Tim SBY Dan Boediono, di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Rabu 03 Juni 2009.
Patra M Zein mengatakan bahwa KPU sebenarnya tidak memahami konstitusi. Karena, menurutnya, hampir 30 persen materi konstitusi adalah persoalan hak asasi. “Itulah karenanya, YLBHI mau meminta audiensi kepada KPU terkait alasan tidak masuknya persoalan tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu semestinya independen dan tidak boleh menilai pasangan capres-cawapres. “Dia tidak boleh menilai. Apa kewenangan KPU menilai capres dan cawapres,” tegasnya menanggapi keterlibatan beberapa kandidat dalam pelanggaran HAM yang diisukan menjadi alasan tidak dimasukannya tema hak asasi manusia menjadi tema perdebatan capres-cawapres nanti. (Leli Qomarulaeli/Mawardi)