Skip to content

Masyarakat Inginkan Golkar dan PDI-P Jadi Oposisi

 
JAKARTA[KANALPEMILU.NET]---Masyarakat ternyata menganggap keberadaan oposisi sebagai sesuatu yang penting dalam pemerintahan mendatang. Partai Golkar dan PDI-P merupakan dua partai politik yang diharapkan untuk memainkan peranan itu. Demikian temuan survei yang dilakukan oleh Institut Studi Arus Informasi (ISAI).

Survei telepolling yang dilaksanakan pada 17-24 September itu, 89,2 % responden berpandangan bahwa oposisi sangat penting untuk pemerintahan, 7,2 % tidak penting dan 3,6 % tidak penting. Masyarakat berpandangan oposisi penting sebagai alat kontrol kekuasaan, pemerintahan bersih, pemerintah efektif dan keseimbangan pemerintahan.

Survei ini dilakukan terhadap 1.300 pemilik telepon di 25 kota pada 17-24 September. Tingkat kepercayaan diperkirakan 95 persen dengan margin eror 3,5 persen. Responden 65,8 persen berasal dar Jawa dan 34,2 persen dari luar Jawa yang terdiri dari 45,8 persen pria dan 54 persen wanita.

Untuk Partai Golkar, 41 % responden menginginkan mereka berperan sebagai oposisi dalam pemerintahan mendatang, hanya 33 % responden yang menginginkan Golkar masuk dalam pemerintahan. Sedangkan untuk PDI-P, 61 % responden menginginkan partai ini tetap memainkan peran sebagai oposisi, dan hanya 18 % responden yang menginginkan masuk dalam pemerintahan.

Keinginan masyarakat akan Partai Golkar dan PDI-P menjadi oposisi juga diperkuat oleh pemilih kedua partai itu di Pemilu Legislatif 2009. 55 % pemilih PDI-P menginginkan partai pilihannya menjadi oposisi dan hanya 30 % yang menginginkan masuk sebagai bagian pemerintahan. Sementara, 54 % pemilih Partai Golkar menginginkan partai pilihannya menjadi oposisi dan hanya 27 % yang ingin menjadi bagian dari pemerintahan.***