Skip to content

Rontoknya Partai-Partai Islam

Jumat, 10 April 2009

JAKARTA [KANALPEMILU.NET] -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gagal mencapai target tiga besar dalam Pemilu Legislatif 2009. Partai ini berada di urutan keempat, namun sebagai PKS berjaya di antara partai-partai Islam yang ikut berlaga di Pemilu 2009. Pada Pemilu 2004, PKS berada di urutan ke-7 dalam perolehan kursi di DPR. Di urutan perolehan partai-partai Islam pada Pemilu 2004, PKS berada di urutan ke-4 dengan 45 kursi (7,34% atau 8.325.021 suara), setelah Partai Persatuan Pembangunan (58 kursi), Partai Amanat Nasional (52 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (52 kursi).

Dalam Pemilu 2009 ini setidaknya dalam quick count dan penghitungan progresif KPU (sementara), PKS mengungguli semua partai Islam. Mengapa PKS unggul? Apakah sepenuhnya prestasi PKS? Barangkali benar, namun bisa juga salah. Bisa salah karena hampir semua partai Islam besar memiliki masalah integrasi yang serius menjelang Pemilu 2009. Ini menguntungkan PKS karena mendapat limpahan dari pemilih PKB dan PPP. Seperti diketahui KH Adburahman Wahid (Gus Dur), tokoh berpengaruh di PKB sudah diisolasi dari PKB yang direbut oleh Muhaimin Iskandar. PKB tanpa Gus Dur akan menjadi partai yang mirip PDI tanpa Megawati pada Pemilu 1997. Gus Dur sudah menyerukan agar para pendukungnya tidak memilih PKB pimpinan Muhaimain Iskandar.

Muhaimin tidak mungkin mampu melawan ketokohan Gus Dur di basis pendukung PKB di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Basis massa PKB yang setiap pada Gus Dur namun tidak ingin Golput bagaimanapun akan tertarik memilih PKS. Dengan kisruh di tubuh PKB maka PKS yang diuntungkan. Demikian juga basis pendukung PPP yang “kebingungan” karena tidak adanya tokoh yang bisa mengangkat pamor PPP. PPP dianggap sebuah partai yang berada di posisi “sun set”, karena dalam berbagai survei pemilih mudanya sangat rendah. Dalam Pemilu 2009 PPP ditinggalkan pendukungnya, sebagian besar hijrah ke PKS.

Perpecahan di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) menguntungkan PKS. Kisruh itu adalah
“penggembosan” dari Pemuda Muhammadyah yang mendirikan Partai Matahari Bangsa (PMB). PANdiprediksi dalam survei-survei menurun tajam perolehan suaranya di Pemilu 2009. Para pendukung PAN dari Muhamadyah terpecah untuk memilih PMB atau PAN. Sebagian anggota Muhamadyah memilih PKS. Dengan demikian PKS diuntungkan dengan berbagai konflik dan kemuduran partai-partai Islam seperti PKB, PAN dan PPP. Jadi keberhasilan PKS bukan karena prestasinya melainkan karena “kekacauan” dalam tubuh partai berbasis massa Islam lainnya.

PKS akan menjadi partai Islam terbesar di DPR yang akan menentukan ke arah mana politik partai-partai Islam menuju, kendati belum tentu partai-partai berbasis massa Islam di DPR akan mengikuti kehendak PKS yang dianggap konservatif.

Walau demikian tetap saja, kekuatan utama di DPR ada di tangan tiga partai berbasis massa nasionalis, abangan dan sekuler yakni Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Sejarah hubungan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan yang kurang baik akan membawa Partai Golkar sebagai medium yang strategis. Golkar bisa menentukan arah politik dengan hubungan baiknya dengan baik Partai Demokrat maupun dengan PDI Perjuangan. [TIM KANALPEMILU.NET]